Masjid Muhammad Ali di Mesir


ditulis oleh/ Aya Hamdi
masjid Muhammad Ali merupakan salah satu masjid tertua, terkemuka dan terindah di mesir Selain itu, masjid ini sarat akan nilai sejarah dan memiliki gaya arsitektur yang indah
Masjid ini dikenal dengan sebutan masjid Alabaster karena dinding masjid ini dilapisi salah satu jenis batu marmer bernama Alabaster
Marilah kita membahas lebih lanjut cerita Muhammad Ali
Muhamad Ali adalah seorang tokoh pembaruan di Mesir. Beliau memerintah Mesir selama sekitar 43 tahun. Beliau lahir di Kawalla, Yunani pada tahun 1765, ia memiliki lima anak, tiga laki-laki(putra) dan dua putri. Dia bergabung dengan tentara Turki,dan datang ke mesir karena dia ditugaskan oleh gubernur Utsmani dan memimpin pasukan militer untuk menggempur pasukan Prancis. Muhamad Ali berhasil membebaskan mesir dari pendudukan Prancis yang berlansung selama 3 tahun oleh Napoleon Bonaparte. Oleh karena itu pasukan Prancis meninggalkan Mesir Pada tahun 1801 , dia berisiatif untuk mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh Napoleon, tetapi terjadi perebutan untuk mengisi kekosongan dari para mamluk dan lainnya. Karena kecerdasannya, Muhammad Ali berhasil menaiki puncak pemerintahan di Mesir setelah dia mendapat banyak dukungan dan simpatisan dari masyarakat Mesir. Pada tahun 1805 dia sudah terpilih sebagai penguasa negara Mesir oleh masyarakat mesir. Dia telah berhasil membangun negara Mesir modern yang mirip dengan gaya Eropa. Pada masa pemerintahannya Mesir mencapai kejayaan dan kemajuan luar biasa di semua. Yaitu bidang pendidikan, ekonomi, militer, pertanian, industri, dan lainnya, dan mengumumkan mesir sebagai negara merdeka dari pemerintahan Ottoman
sejarah masjid Muhammad Ali
Masjid ini terletak di puncak Benteng Salah Al-Din, Muhammad Ali memulai pemerintahannya dari Benteng yang dikenal sebagai Benteng Salah Al-Din yang merupakan pusat pemerintahan Mesir sampai tahun 1869. Kemudian pusat pemerintahan pindah ke Istana Abdeen. Di samping Benteng ini Muhammad Ali membangun masjid ini untuk beribadah yang kemudian tempat ini juga menjadi tempat pemakamannya
Perancang masjid ini adalah arsitek Turki bernama “Yusuf Buşnak”, oleh karena itu masjid ini mirip masjid Turki “Nur Osmaniye”. Namun, tenaga kerjanya adalah orang Mesir. Ditambah semua marmer masjid berasal dari tambang provinsi Beni Suef di Mesir
Pembangunan masjid ini berlangsung sekitar 18 tahun dari tahun 1830 hingga tahun 1848
Masjid ini terdiri dari dua bagian, pertama adalah halaman terbuka atau (alharam)
di tengah halaman ini terdapat air mancur dan dihiasi dengan dekorasi marmer Alabaster dan disebut dengan dekorasi seni Barok atau Rococoh. Selain itu, juga terdapat sebuah menara jam yang merupakan hadiah dari penguasa Prancis, Louis Philippe I, pada tahun 1846. Sebagai balasannya, Muhammad Ali memberinya obelisk Ramses II, yang terletak di kuil Luxor dan sekarang terletak di square Al Concorde di Prancis
halaman terbuka memiliki kubah kubah yang dangkal yang bagian luarnya tertutup dengan lapisan timah) Manfaat timah adalah melindungi kubah dari kerusakan karena perubahan iklim). di atas kubah terdapat dari kubah bulan sabit dengan bintang di dalamnya. (ini adalah motto Dinasti Alawiyah)
Masjid ini terdiri dari dua buah menara dengan tinggi masing-masing 84 meter, dan setiap menara terdiri dari 256 anak tangga
Bagian lain adalah ruang shalat yang merupakan bagian utama untuk masjid
ruang shalat berada di bawah kubah-kubah yang terdiri atas satu kubah utama dengan tinggi 52 meter yang berada di tengah dan empat kubah berukuran sedang, serta empat kubah kecil yang mengapit kubah utama. Bagian langit-langit puncak kubah dihiasi ukiran geometris di mana pada setiap sudutnya terdapat nama Khulafa Rasyidin
Di masjid ini terdapat dua mimbar
mimbar yang pertama dari kayu yang dicat hijau, yang merupakan mimbar asli untuk masjid ini, dan yang lainnya merupakan mimbar baru yang terbuat dari alabaster, Mimbar baru ini ditambahkan oleh Raja Farouk
Muhammad Ali dimakamkan di masjid ini
Di masjid ini terdapat sebuah ruangan kecil yang didalamnya adalah makam Muhammad Ali Makam tersebut terbuat dari marmer putih yang diimpor dari Italia
Muhamed Ali wafat di Alexandria, kemudian jenazahnya dibawa ke kairo dan dimakamkan di masjid ini